Hukum berdoa Agar cepat Mati dalam Islam,Lihat ulasan lengkap ini
بسم الله الرحمن الرحيم
اللهم صل على سيدنا محمد و على اله و صحبه و سلم
TENGKU ACEH SNA-Dimakruhkan bagi seseorang itu mencita-citakan kematian dan doa dengannya karena alasan cobaan yang menimpa akan hartanya dan tubuhnya dan keluarganya dan anak-anak nya,
Karena hal ini dilarang oleh Nabi Muhammad ﷺ.
Sebagaimana hadits riwayat imam Muslim dari Sahabat Saydina Anas bin Malik,
Bahwasanya Rasulullah ﷺ bersabda :
"Artinya : Jangan mencita-cita seseorang kamu akan mati karena mudhorat yang turun terhadap mu,
Maka jika memang benar-benar tidak ada pilihan lain selain mencita-cita akan mati,maka berdoalah dengan doa ini,
Ya Allah ! Hidupkan oleh Mu akan daku selama ada hidup itu kebaikan bagiku,Dan matikan oleh Mu akan daku bila kematian itu lebih baik bagiku.
Dan Riwayat imam Muslim pula dari Saydina Anas bin Malik : bersabda Nabi Muhammad ﷺ :
"Artinya : jangan bercita-cita seseorang kamu akan kematian,bila keadaan kamu dalam kebaikan mudah-mudahan akan bertambah baik,bila keadaan kamu dalam kejahatan mudah-mudahan bahwa engkau bertaubat dan meninggalkan perbuatan dosa itu,dan menuntut/mencari keridhaan Allah SWT dahulu sebelum kematiannya.
Kata Para Ulama :
" Telah Menjadikan oleh Allah SWT akan kematian sebagai bahagian bala yang besar,dan dinamakan dengan musibah tersebut dalam Firman-Nya :
"Artinya : maka bahwa sesungguhnya akan ditimpakan terhadap kamu akan musibah kematian "
Dan demikian itu bahwasanya ditukarkan daripada satu kelakuan kepada satu kelakuan yang lain,dan berpindah dari satu negri kepada negri yang lain,dan yang demikianlah dinamakan Musibah yang amat besar.
dan musibah yang amat besar dan kehancuran yang dahsyat saat ditimpa kematian itu adalah kematian itu datang saat kelalaian manusia,berpaling mereka itu dari kebenaran, meninggalkan mereka itu amal kebajikan,dan sedikit berpikir mereka itu akan akhirat.
Dan telah sepakat Para Ulama bahwasanya kematian itu adalah termasuk Pengajaran yang amat besar bagi mereka yang mau mengambil ibarat dan hamba-hamba yang mau berpikir.
Dan tersebut dalam sebuah hadits Nabi Muhammad ﷺ
"Artinya: jikalau bahwasanya segala binatang ternak mengetahui ia daripada kematian, Sebagaimana manusia mengetahuinya, niscaya sungguh tidak pernah engkau dapatkan memakan dagingnya dan ambil manfaat darinya".
Ada satu riwayat hadits Nabi Muhammad ﷺ yang diriwayatkan daripada Saydina Qasim Maula Mu'awiyah, bahwasanya Sa'ad bin Abi waqas, bercita-cita ia akan mati,maka mendengar oleh Rasulullah ﷺ maka bersabdalah Nabi ﷺ :
"Artinya : jangan engkau bercita-cita akan mati,maka jika engkau itu termasuk Ahli syurga maka lama hidup itu lebih baik bagi mu,maka jikalau engkau itu termasuk ahli Neraka,maka apa penyebabnya yang membuat engkau besegera akan kematian".
Dan ada hadist Riwayat imam Hakim dan imam At-Tirmidzi :
"Artinya : bahwasanya Nabi Adam ﷺ tatkala kematian anaknya,maka bersabdalah beliau :
wahai Hawa istriku ! Telah mati anak mu !
Maka berkata Ummuna Hawa apa mati itu ? Maka sabda Nabi Adam as : jadilah ia tiada lagi makan dan minum,dan tiada berdiri dan tiada duduk,
Maka berteriak olah Ummuna Hawa pada ketika itu,maka sabda Nabi Adam as : Karena berteriak kamu ini maka akan berteriaklah oleh segala anak mu yang perempuan saat ada kematian,dan aku beserta anak ku yang laki-laki akan terlepas dari hal ini .
Dan ada sebuah kisah dan cerita, bahwasanya tatkala Malaikat maut datang dia bagi Saydina Nabi Ibrahim as,maka berkata Nabi Ibrahim as bagi malaikat maut, adakah engkau melihat seseorang kekasih rela mengambil akan Ruh kekasihnya ?
Maka Naiklah malaikat maut menghadap Allah SWT memberitahu perihal perkataan Nabi Ibrahim as,maka Allah SWT berfirman : " katakan oleh mu wahai Malaikat Ku kepada Kekasih Ku ( Nabi Ibrahim ),
Adakah pernah engkau melihat seseorang kekasih merasa benci ( berat hati ) berjumpa dengan kekasihnya "
Maka kembalilah malaikat maut memberitahukan akan Firman Allah SWT kepda Nabi Ibrahim as,
Maka ketika itu berkata nabi Ibrahim as :
" Ambilah Jawaku sekarang juga,aku sudah sangat Rindu ingin berjumpa dengan kekasihku ( Allah SWT )".
( Syahdan ) terkadang-kadang harus bahkan Sunnah bagi seseorang bercita-cita akan cepat mati dan boleh berdoa agar cepat hadir kematian dengan alasan ketakutan dan kekhawatiran terhadap fitnah bagi agamanya.
Satu Riwayat hadist riwayat Abu Hurairah radhiallahuanhu bahwasanya Nabi Muhammad ﷺ bersabda :
" Artinya : tiada akan terjadi Qiamat itu hingga ada seseorang laki-laki melewati ia akan perkuburan maka berkat ia mudah-mudahan masih ada tempat bagiku disini"
Dan riwayat hadits dari Malik dan Barizi dari stauban bahwasanya Rasulullah ﷺ bersabda dalam doanya :
"Artinya : wahai Tuhan ku ! Bahwasanya aku memohon kepada Engkau akan kemudahan mengerjakan kebaikan dan meninggalkan kemungkaran,dan kasih akan segala fakir miskin,dan apabila berkehendak Engkau dengan manusia akan Fitnah,maka ambil oleh Mu akan aku kepada Engkau dalam keadaan tiada terkena fitnah".
Dan ada riwayat hadits abu Na'im dari pada Ibnu Mas'ud bahwasanya sabda Nabi Muhammad ﷺ :
"Artinya : tiada keluar Dajjal itu hingga ada seseorang mukmin itu terlebih kasih akan keluar ruhnya yaitu kematian ".
(Seseorang mukmin di akhir zaman seperti sekarang ini menginginkan kematian karena takut akan kehancuran terhadap iman dan Islam pada dirinya disebabkan fitnah yang besar melanda zaman ini )
Dan diriwayatkan dari Abi Zar bahwa beliau berkata :
" Akan datang satu masa kelak atas manusia,bila mana lalu seseorang Jenazah maka ada yang berkata mudah-mudahan aku segara menyusulnya".
Dan adalah anak Isa Al-Ghifari, apabila melihat akan satu kaum lari mereka itu daripada Penyakit Tha-'un,maka berkata ia,Hay Tha-'un ambil oleh mu akan akan daku ! Diulang-ulangnya perkataan ini sampai tiga kali,
Dan berkata ia bagi orang-orang yang mengikuti akan perbuatannya,
Adakah engkau mengetahui bahwasanya Rasulullah ﷺ bersabda :
"Bersegeralah oleh kamu akan kematian manakala ada enam perkara telah melanda kehidupan mu, ( Pertama ) Raja-raja nya orang Sufahak,(kedua) banyak orang mengambil Cuka (ketiga) jual beli hukum,(keempat) meringan-ringankan dengan darah( nyawa Manusia sudah tak berharga ),(kelima) mudah memutuskan tali silaturahmi,(keenam) adalah mereka itu membaca Al-Quran sambil bernyanyi dengan seruling dan mendahulukan/menyuruh seseorang laki-laki untuk bernyanyi-nyanyi dengan Al-Qur'an dan adalah masa itu sangat sedikit Para ulama Fuqahak dan ahli hikmah.
Berkata Ibnu Sa'ad yaitu Khalid bin Makdan : tiada daripada satupun binatang dilaut dan didarat yang suka/mau aku jadikan penebus dari pada kematian ku,
Dan jika sekiranya ada mati itu ilmu yakni tanda-tanda seperti sebuah tempat, maka berlomba-lomba segala Manusia kepadanya niscaya tiada seseorang yang sanggup mendahulukan/mengalahkan ku untuk menggapai tempat itu,melainkan bila seseorang itu lebih kuat dan hebat dariku.
Dan berkata beliau lagi : "demi Allah jikalau mati itu ada tempat yang ditentukan dan bisa diketahui maka akulah orang yang paling pertama hadir ke tempat itu ".
Dan adalah abu Dardak,apabila melihat mati seseorang laki-laki atas kelakuan orang Sholeh maka ia berkata : " kesenangan dan kebahagiaan bagi mu,mudah-mudahan aku akan ganti tempat mu ( segera menyusul mu dalam kelakuan seperti mu )
Maka berkata ibu-nya, apa sebab engkau berkata seperti itu ?
Maka sahut abu Dardak : " adakah tiada engkau ketahui bahwasanya banyak dari manusia diwaktu pagi beriman mereka itu tapi diwaktu petang sudah menjadi munafik mereka itu,iman sudah hilang dan pergi akan tetapi mereka itu tidak mengetahui nya,maka Karena inilah sebab aku lebih suka dan mencintai segera hadir kematian ku disaat-saat kekal aku dalam keadaan duduk berzikir dan berdiri sembahyang dan dihari-hari aku berpuasa.
والله اعلم
والحمدالله رب العالمين
اللهم صل على سيدنا محمد و على اله و صحبه و سلم
Sekianlah dulu penyampaian al-fakir serta izin Allah SWT yang maha Perkasa,
Inilah ulasan Hamba yang rendah ilmu,yang hamba terjemahkan dari Kitab Kuning Melayu/jawo kitab kasyaful Ghumam karangan Al-alim wal Alamah Tuan Guru Syekh Daud Bin Abdullah berbangsa negri Fatani Melayu.

Komentar
Posting Komentar