Jarang dibahas ! Inilah Hakikat Ilmu Hikmah yang ada pada Sholat 5 waktu


 بسم الله الرحمن الرحيم

اللهم صل على سيدنا محمد و على اله و صحبه و سلم

TENGKU ACEH SNA-Ada satu pertanyaan yang dilontarkan kepada Syekh Muhammad Ramli Rahimallahu Ta'ala 'anhu,tentang perkara hikmah Sembahyang wajib yang lima waktu dalam sehari semalam.

Pertanyaannya sebagai berikut :

Apa Hikmah diturunkan sembahyang itu atas rupa 4 perkara yaitu : qiyam(berdiri),dan Rukuk,dan Sujud,dan Duduk, ?

dan Bacaan surat Alfatihah menjadi kewajiban dalam sembahyang,apa hikmahnya terhenti Sah Sembahyang atas membaca surat Al-Fatihah, ? Dan dasar hukum baca Alquran itu Sunnah.

Dan adakah bagi segala para Nabi dan ummat terdahulu kala,mengerjakan sembahyang kayfiahnya(cara) atas rupa ini ? 

Dan apa hikmah sembahyang lima waktu ada yang 2 raka'at,ada yang 3 raka'at,ada yang 4 raka'at ?

Dan Siapakah dari Para Nabi yang terdahulu yang sembahyang mereka itu sehingga jadilah aturan yang tertentu pada waktu sembahyang satu persatu ?

Dan apa Hikmahnya Pada menyaringkan suara pada tempatnya dan Meringankan suara pada tempatnya ?

Maka Menjawab oleh Guru Yang Mulia lagi Amat Alim dan Sholeh Syekh Muhammad Ramli Rahimallahu Ta'ala'anhu bahwa sesungguhnya segala Hikmah itu Allah SWT yang lebih mengetahui nya,yang telah menjadikan dengan kehendak Nya akan rupa Sembahyang ini atas empat perkara tersebut,qiyam,Rukuk,sujud,duduk, karena bahwasanya semua makhluk ini terdiri atas empat bagian, yaitu ada yang berdiri seumpama Pohon,ada yang rukuk seumpama segala binatang ternak,ada yang sujud seumpama binatang yang merayap pada bumi,ada yang duduk seumpama batu,Maka berkehendak Allah SWT bahwa menjadikan Sembahyang ini bagi anak Adam akan barang yang menyerupai dengan kelakuan mereka itu,

Dan adalah 4 Perkara dalam sembahyang itu sebagai Maujud (Bentuk) yang Nyata dari kalimat Agung ini :

( سبحان الله والحمدالله ولا اله الا الله والله أكبر ).

Maka Karena itulah bentuk sembahyang lima waktu itu atas Rupa demikian.

Dan lagi adalah asal kejadian manusia itu dari empat perkara : Udara,Air,Api,tanah,

Maka perkara duduk dalam sembahyang menyerupai Tetap pada Bumi (tanah),dan Tunduk dan Angkat menyerupai Udara pada beloknya dan geraknya,dan Sujud yang antara berdiri dan duduk itu menyerupai akan Air,dan Berdiri dalam sembahyang itu menyerupai akan nyala Api,maka seperti barang yang ada itu 4 Perkara Asal manusia maka 4 Perkara dalam sembahyang itu asal Agama.

Dan Tatkala kala seseorang masuk akan menghadap Raja,maka dia akan duduk atau berdiri karena menunggu titah Sang Raja,maka apabila melihat Raja senang terhadapnya dengan kerendahan hatinya maka seseorang itu akan bertambah merendahkan dan Hina dirinya lagi dangan seumpama Rukuk, agar Sang Raja tambah Senang terhadapnya.

Maka Sangatlah Munasabat ( kesesuaian ) bahwa dimulai dengan berdiri,kemudian rukuk daripada yang demikian itu,

Dan kemudian apabila ingin berpaling dari Sang Raja (Minta Pamitan) maka menyatakan adap yang lebih dalam lagi,maka karena inilah Sujud seseorang hamba itu kepada Sang Raja yang Berkuasa sebab ingin berpaling dari Sang Raja.

Dan adalah sembahyang itu sehari semalam 17 raka'at karena sendi-sendi Manusia itu 17 Persendian.

Dan Adalah hikmah diwajibkan Alfatihah yang ayatnya berjumlah 7 ayat agar sempurnalah bilangan 24,supaya seimbang dengan bilangan jam sehari semalam 24 jam,

Maka tiap-tiap satu daripadanya (17 raka'at + 7 ayat Alfatihah) itu dapat mengifarahkan/jadi tebusan Dosa yang kita lakukan dalam 24 jam itu.

Dan tiada dalil yang kuat yang menyatakan bahwasanya Para Nabi terdahulu serta Ummatnya bahwasanya mereka itu ada Sembahyang seperti kelakuan sembahyang ini,dan boleh jadi seperti sembahyang ini,boleh juga dengan kelakuan sembahyang lainnya,

dan adalah pendapat yang mendekati, menyatakan mereka itu juga sholat seperti rupa demikan,karna tiada diubakan dari asalnya,

Akan tetapi yang sudah dimaklumkan dan harus digaris bawahi dalam penjelasan pendapat tersebut adalah tentang pembacaan surat Al-Fatihah dalam sembahyang,karna itu hanya perkara khususiat bagi Nabi Muhammad ﷺ dan Ummatnya,Akan tetapi pula banyak riwayat-riwayat Hadist bahwasanya sembahyang Subuh itu adalah sembahyang Nabi Adam ﷺ ,dan Zuhur sembahyang Nabi Daud ﷺ,dan Ashar sembahyang Nabi Sulaiman ﷺ,dan Magrib sembahyang Nabi Ya'kub ﷺ,dan Isya sembahyang Nabi Yunus ﷺ.

(Ini pendapat yang berbeda)

Dan kata Setengah Para Ulama bahwasanya adalah ini Sembahyang lima waktu dibagikan kepada Seluruh Para Nabi-nabi عليهم الصلاة والسلام ,dan maka dihimpunkan sekalian sembahyang para Nabi itu kepada Nabi Muhammad ﷺ serta Ummatnya.

Maka sembahyang Subuh Nabi Adam ﷺ itu ketika diturunkan kepada Bumi dalam keadaan masih gelap gulita,maka tatkala terbit Fajar diwaktu Subuh itu,terihat cahaya, maka sembahyang oleh Nabi Adam ﷺ karena bersyukur kepada Allah SWT sebab Cahaya terang yang Allah kehendaki.

Dan sembahyang Zuhur oleh Nabi Ibrahim ﷺ pada ketika diberi Tebusan (seekor Domba dari Surga) terhadap Penyembelihan Anaknya Nabi Ismail ﷺ,Maka sembahyang lah Zuhur oleh Nabi Ibrahim ﷺ.

Dan Ashar itu Sembahyang Nabi Sulaiman ﷺ,dan Sembahyang Magrib oleh Nabi Isa,dua rakaat bagi dirinya dan satu raka'at bagi Ibunya.

Dan adapun sembahyang isya maka ditentukan dan dikususkan bagi Ummat ini.

Dan hikmah sembahyang dijadikan dua rakaat,tiga rakaat,empat rakaat, karena bahwasanya Allah SWT menciptakan sayap-sayap malaikat itu dalam jumlah dua-dua,tiga-tiga,empat-empat, dengan sayap-sayap yang seperti demikian, para malaikat dapat menyampaikan mereka itu ketempat yang setinggi-tingginya,

Dan seumpama demikian juga Sembahyang ini akan sampai kepada Allah SWT yang Maha Tinggi dan Maha besar,

Maka sembahyang itu seperti sayap para malaikat , karena itu Sembahyang ini seolah-olah seperti Sayap bagi Manusia pada bandinganya.

Dan karena bahwa sesungguhnya Allah SWT tiada Menjadikan sesuatu bagi Para Malaikat melainkan ada bandingan dan perumpamaannya yang dijadikan bagi Anak Adam,agar sejajarlah tempatnya dan sempurnalah kemuliaan nya,

Tinggal lagi dari pada Makhluk itu sendiri apakah ingin berjuang untuk kemuliaan disisi Allah SWT,atau malah turun kepada derajat yang rendah dan hina bahkan di bawah derajat Makhluk yang tak punya akal.

Dan adapun sembahyang di wajibkan dalam lima waktu karena seumpama Ka'bah dibangun atas lima bukit,dan bukit itu adalah Paku dunia,maka sembahyang lima waktu itu seumpama bukit pula yaitu menjadi Paku bagi Agama Islam.

Dan hikmah sembahyang ada yang dijiharkan,ada yang perintah Siir pula, karena bahwasanya adalah kaum muslimin awal-awal pada masa lalu,sebab sangat takut akan kaum kafir maka sembahyang mereka dalam keadaan Siir,mana kala kaum muslimin sudah bertaburan dan sudah mempunyai kekuatan,semua sudah merasa aman,tidak merasa takut lagi sama sekali kepada kaum kafir pada waktu itu, sembahyang lah mereka itu dalam keadaan Jihar,maka diteruskan keadaan itu sampai sekarang agar mengenang masa-masa kesulitan itu oleh ummat yang kemudian supaya bersyukur ummat ini sekalian nya kepada Allah SWT atas Nikmat yang nyata, karena kenyataannya ummat muslimin di awal-awal masa dulu sangatlah banyak cobaan dan rintangan,

dan ancaman besar datang dari kaum Kafir Musyrikin,

Peristiwa itu tidak harus dilupakan agar tergerak hati seseorang muslim itu dimasa sekarang untuk bersyukur,maka tetap dilestarikan sampai sekarang didalam sembahyang.  

والحمدالله رب العالمين

اللهم صل على سيدنا محمد و على اله و صحبه و سلم

Selasai tulisan hamba yang sedikit ilmu ini serta izin Allah SWT, al-fakir terjemahkan dari Kitab Kuning bahas melayu yang masyhur,bernama Furuk Masail

 (فروع المسائل )

Karangan Maulana Syaikh Daud Bin Abdullah,Fatani Negrinya, Assyafii mazhabnya,yang Sangat Alim lagi Fadhil dalam Negri Makkah musyarrafah,dan banyak menterjemahkan kitab-kitab bahasa Arab kepada bahasa Melayu.

رحمه الله تعالى و نفعنا به و ببركات علومه

امين يا رب العالمين

Himbauan ! Al fakir memohon kepada Guru-guru kami yang lebih Alim agar di perbaiki dan dikritik,bila ada kesalahan dalam menterjemahkan dan menjelaskan dalam bahasa latin Indonesia.

والسلام عليكم

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kelebihan & Fahala Orang Muslim Mati Malam Jum'at

Menolak Poligami dosa kah? Ini Jawabannya yang termaktub dalam kitab kuning Melayu klasik

NASIB ANAK KECIL YANG TELAH WAFAT DIKALA KIAMAT DAN MENOLONG ORANG TUA MEREKA