Rukun Lima belas dalam Aqidah Islam, Terjemahan Kitab 8 Karangan Ulama Aceh (kitab jam'u jawami'il musannifat)


TENGKU ACEH SNA-Bismillahirrahmanirrahim
Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad wa Ala Alihi wa sahbihi wa sallim.

Adapun kemudian dari itu maka pada tahun hijrah Nabi Muhammad Saw seribu seratus empat puluh pada lima hari bulan Muharram zaman Paduka Sri Sultan yang besar kerajaan nya lagi maha tinggi derajatnya yaitu Sultan Alauddin Ahmad Syah jhohan berdaulat,
semoga Allah melindungi Tuan Sultan dan menetapkan kedaulatan nya Aminnn.

           Maka tatkala itu meminta kapada faqir yang hina Khadim Ulama Haji Jalaluddin anak Syekh yang Arif Billah Syekh Jalaluddin anak Kadhi Baginda khatib semoga Allah memberikan keselamatan,Oleh seorang dari pada Sahabat Raja itu yang takut akan Allah SWT,bahwa aku surat suatu risalah yang simpan,maka aku namai akan dia Hidayatul awam pada Menyatakan perintah Agama Islam dan perintah sembahyang lima waktu dan segala barang yang bergantung dengan dia dari pada segala syarat dan segala yang wajib.

         (Bermula) Ketahui oleh mu wahai Thalib bahwasanya apabila Aqil balikhlah seseorang Anak Adam Niscaya dituntut daripadanya oleh Syara' mengenal Rukun lima belas yang mengandung makrifat kepada Allah SWT,Yaitu (lima) perkara dari pada Rukun Islam (dan Enam) perkara dari pada Rukun Iman (dan empat) perkara dari pada Rukun syahadah.

          Maka Rukun Islam itu lima perkara,(pertama) mengucapkan dua kalimah syahadah dengan lidah dan mentasdikkan maknanya didalam hati,Yaitu Asyhadu Alla Ilaha illallah wa Asyhadu Anna Muhammadan abduhu wa rasuluh, Artinya:Naik saksi aku bahwasanya tiada Tuhan hanya Allah SWT dan Naik saksi aku bahwasanya Nabi Muhammad itu HambaNya dan RasulNya,(Kedua)mendirikan sembahyang lima waktu,(ketiga)memberi zakat harta jika ada sampai nisabnya dan haulnya,(keempat)Puasa pada bulan Ramadhan,(Kelima)Naik Haji ke Baitullah jika kuasa ia berjalan kepadanya.

Maka Rukun Iman itu enam perkara (Pertama) Amantu Billah artinya Percaya Aku akan Allah (kedua) wa Malaikatihi artinya percaya aku akan segala Malaikat Nya (ketiga) wa Kutubihi artinya percaya aku akan segala Kitab Nya (keempat) wa Rasulihi artinya Percaya Aku akan segala RasulNya (kelima) wal Yaumil akhir artinya Percaya Aku akan hari qiamat (keenam) wal Qadri khairihi wa syarrihi minallah artinya Percaya Aku akan Untung baik dan jahat dari pada Allah SWT, Maksud untung baik adalah iman dan taat dan maksud untung jahat adalah kafir dan maksiat.

Maka Rukun syahadah itu empat perkara (pertama) mengisbatkan Zat Allah SWT (kedua) mengisbatkan Sifat Allah SWT (ketiga) mengisbatkan Af'al Allah SWT (keempat) mengisbatkan Kebenaran Rasulullah Saw,Inilah bilangan rukun lima belas,maka sekalian nya itu dari pada Pohon Agama yang empat perkara jua yaitu ( Iman,Islam,Tauhid, Makrifat )
karena jikalau ketiadaan salah satu dari pada yang empat perkara ini niscaya tiadalah dinamai Mukmin dan tiada dinamai muslim dan tiada dinamai Muhidin dan tiada dinamai Arifin, karena Makna mukmin itu mengiktikatkan dalam hatinya bahwasanya Allah SWT ialah Tuhan yang sebenar-benarnya disembah,dan makna muslim itu menjunjung tinggi segala titah Allah dan titah Rasulullah Saw,dan makna tauhid itu mengESAkan Allah SWT dan segala sifatNya dan segala perbuatanNya jikalau banyak bilangan kainatNya/ciptaanNya sekalipun,dan Makna makrifat itu pada ahli usuluddin adalah mengetahui segala yang wajib bagi Allah SWT dan yang Jaiz PadaNya dan yang Mustahil atasNya dan demikian lagi pada hak segala Rasul.
(dan Apabila) ketiadaan bagi seseorang salah suatu dari pada yang tersebut itu maka tiadalah baginya Agama Islam dan tiadalah sah taatnya dan ibadahnya kepada Allah SWT dan kepada Rasulullah Saw.
----------------------------
 Wassalam sekian dulu wahai saudaraku
Terjemahannya kitab ini insya Allah akan kita Sambung lagi kedepannya___ Syukran katsira semoga bermanfaat .... Aminn. 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kelebihan & Fahala Orang Muslim Mati Malam Jum'at

Menolak Poligami dosa kah? Ini Jawabannya yang termaktub dalam kitab kuning Melayu klasik

NASIB ANAK KECIL YANG TELAH WAFAT DIKALA KIAMAT DAN MENOLONG ORANG TUA MEREKA