Iktikad Ahlul Sunnah Wal jama'ah Terjemahan Kitab Melayu Sairus Salikin

 بسم الله الرحمن الرحيم

اللهم صل على سيدنا محمد و على اله و صحبه و سلم

Bab Pertama Pada Menyatakan Iktikad Ahlul Sunnah Wal jama'ah ( Ulama Salaf )

Tengku Aceh SNA - Bermula Bab yang Pertama Pada Menyatakan Iktikad,

Ketahuilah bahwasanya Wajib atas setiap orang berakal dan baligh itu mengetahui ia akan keadaan Zat Allah SWT dan segala SifatNya dan Segala Af'alNya (Perbuatan)

Bermula Keadaan Zat Allah SWT bahwasanya Wajib kita iktikadkan akan keadaan Allah SWT itu yaitu Zat yang wajib Wujud yang mustahaq bagi segala sifat kamalat (kesempurnaan) dan Maha Suci Allah SWT daripada segala Sifat kekurangan,

Bermula Sifat Allah SWT itu yaitu terbagi atas empat bagian :

(Maka bagian pertama) adalah Sifat Salbiyah ( سلبية ) namanya yaitu wajib kita iktikad bahwasanya Allah SWT itu yang Maha Esa tiada sekutu bagiNya,yang maha Tunggal tiada seumpama bagiNya,yang dikehendaki oleh segala Makhluk tiada Lawan bagiNya,Yang Bersendiri tiada Tandingan bagiNya,dan bahwasanya Allah SWT itu Sedia tiada yang mendahului bagiNya,yang Terdahulu tiada permulaan bagiNya,yang Maha Kekal wujudNya tiada akhir bagiNya,yang kekal selama-lamanya tiada bagiNya kesudahan ,yang berdiri dengan sendiriNya tiada yang membuat keputusan bagiNya,yang Maha Ada selama-lamanya lagi kekal tiada yang memutuskan bagiNya,yang selama-lamanya dan senantiasa bersifat dengan sifat kebesaran dan sifat ketinggian,tiada yang menyudahi atas Nya dengan kesudahan dengan sebab Putus segala Zaman dan dengan binasa segala Masa,akan tetapi benar-benar Allah SWT itu Pada Mulaan dan kesudahan, Zhohir dan Bathin dan Maha Mengetahui akan segala sesuatu.

( Dan Bagian yang kedua ) adalah Sifat Tanzih ( تنزية ) Namanya yaitu Wajib kita iktikadkan bahwa sesungguhnya Allah SWT itu bukanya berjizim yang dapat dirupakan,dan bukanya Jauhar yang dapat dibatasi dan dapat dikira-kirakan,dan wajib kita iktikadkan bahwa sesungguhnya Allah SWT itu Tiada menyamai Iya akan segala Jisim-jisim yang Baharu,tiada menyamai Iya Pada Takdir dan tiada menyamai Iya pada menerima bahagi,

Dan wajib kita iktikadkan bahwa sesungguhnya Allah SWT itu Bukannya Jauhar dan tiada mengambil tempat akan Dia oleh segala Jauhar,dan bukannya Allah SWT itu 'ardhun ( عرض ) sifat dan tiada mengambil tempat akan Dia oleh segala 'Ardhun,dan tetapi lagi tiada menyamai Iya akan keadaan segala yang Baharu dan tiada menyamai keadaan segala yang Baharu ini akan Dia,

Dan tiada yang mengumpamakan akan Allah SWT oleh segala sesuatu,dan tiada mengumpamakan Iya akan segala sesuatu dari segala yang Baharu,

Dan wajib kita iktikadkan bahwa sesungguhnya Allah SWT itu tidak boleh dibatasi akan Dia oleh perkiraan,dan tiada diliputi oleh segala benua,dan tiada dapat mengelilingi denga Dia itu oleh segala Pihak, artinya tiada ada ketentuan Allah SWT itu didalam pihak kanankah atau pada pihak kirikah atau pada pihak hadapankah atau pada pihak belakang kah atau pada pihak ataskah atau pada pihak bawahkah karena segala pihak itu melazimkan akan jisim itu dan jisim itu melazimkan baharu,

Dan bermula Allah SWT itu Maha Suci dari pada jisim dan Maha Suci dari tempat dan Maha Suci dari bahru dan Hanya Sanya Allah SWT itu Qadim dan Baqa' yang menjadikan sekalian yang bahru ini dan tiada meliputi akan Allah SWT oleh segala Bumi dan langit,

Dan wajib kita iktikadkan bahwa sesungguhnya Allah SWT mempunyai Perintah dan Kerajaan ( Menguasai ) atas 'Arasy atas jalan yang telah berkata Allah SWT dalam firman-Nya dan dengan makna yang menghendaki Iya akan dia akan segala Perintah dan Kerajaan yang maha Suci daripada bersentuh dengan Arasy dan maha suci Allah SWT daripada tetap atas Arasy dan maha suci dari pada bertempat didalamnya dan maha suci daripada mengambil tempat pada Arasy dan Maha Suci dari pada berpindah padanya,

Dan Tiada ditanggung oleh Arasy itu akan Allah SWT akan tetapi Arasy dan segala malaikat penanggung Arasy itu tertanggung dalam kebesaran Kekuasaan Allah SWT dan kekal Para Malaikat dan Arasy itu juga dalam kekuasaan Allah SWT sesuai dengan yang dikehendakiNya,

Dan bahwa Arti dan maksud Allah SWT itu diatas segala-galanya,diatas Arasy dan di atas langit hingga ke bawah tujuh petala Bumi yaitu memerintahkan dan menguasai dan memelihara atas sekalian itu dengan tiada bertambah hampir Nya kepada Arasy dan tiada bertambah hampir Nya kepada langit dan tiada bertambah hampir Nya kepada Bum,

Akan tetapi Allah SWT itu yang amat Tinggi Derajat Nya daripada Arasy seperti bahwasanya adalah yang amat Tinggi Derajat Nya itu daripada yang dibawah tujuh betala langit, yakni bukan makna diatas itu dengan mengambil tempat dan hanya Sanya makna diatas itu yaitu ketinggian Derajat Nya dan kebesaranNya dan menguasai Nyan,

Dan Maha Suci Allah SWT dari pada Pihak dan jihat karena segala Pihak itu sifat yang bahru.

 (كتاب سير السالكين )

و الله اعلم

Mohon diperjelaskan keterangan Akidah dan iktikad ini pada Guru masing-masing

Terimakasih banyak sahabat baik kami

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kelebihan & Fahala Orang Muslim Mati Malam Jum'at

Menolak Poligami dosa kah? Ini Jawabannya yang termaktub dalam kitab kuning Melayu klasik

NASIB ANAK KECIL YANG TELAH WAFAT DIKALA KIAMAT DAN MENOLONG ORANG TUA MEREKA