Syarat-Syarat Sah bersuci dari Hadas dan Najis dalam Fiqih islam

 

بسم الله الرحمن الرحيم

اللهم صل على سيدنا محمد و على اله و صحبه و سلم

Tengku Aceh SNA-( Pasal ) bermula syarat sah bersuci daripada Hadas besar dan Hadas kecil itu tiga perkara,

(Pertama) Islam (kedua) Mumaiz yaitu anak kecil yang sudah tau makan dan minum dan bersuci dengan sendirinya,

(Ketiga) air yang suci lagi menyucikan maka tiada Sah mengangkat Hadas dan menghilangkan najis itu melainkan dengan air mutlak yaitu air yang turun dari langit atau air yang terbit dari bumi,

Dan apabila berubah air mutlak itu rasanya atau baunya atau warnanya dengan ubah yang sangat sebab kecampuran sesuatu benda yang suci seperti kesumba atau lainnya niscaya maka tiadalah sah bersuci dengan air tersebut,

Maka tiada mengapa berubah air itu dengan sebab lumpur atau lama diamnya atau dengan tanah dan kembang dan sebab berubah tempat lalunya (mengalir) seperti tanah cempaka,

Dan tiada memberi mudharat pula jika berubah air itu sebab dimasukkan gaharu atau minyak kedalamnya,

Dan tiada Sah bersuci dengan air yang sudah terpakai pada berwudhu yang fardhu dan pada mandi junub.

( Tanbih/Peringatan ) maka jikalau dimasukkan oleh orang yang mengambil wudhu (Air sembahyang) akan tangannya sesudah membasuh muka atau orang junub sesudah niat mandi junub kedalam air yang kurang dari dua qulah maka jika ada diniatkan tangannya akan Sibur ( Gayung ) niscaya tiadalah memberi mudharat,

Dan jika tiada diniatkan ia seseorang akan Sibur ( Gayung ) maka jadilah air itu mustakmal dan tiada boleh lagi dipakai air tersebut.

والله اعلم

*Diterjemahkan dari kitab kuning Melayu jam'u jawamik ( جمع جوامع المصنفات ) kitab delapan (lapan) *

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kelebihan & Fahala Orang Muslim Mati Malam Jum'at

Menolak Poligami dosa kah? Ini Jawabannya yang termaktub dalam kitab kuning Melayu klasik

NASIB ANAK KECIL YANG TELAH WAFAT DIKALA KIAMAT DAN MENOLONG ORANG TUA MEREKA