KEAGUNGAN TERBESAR BULAN RAMADHAN ADA DI MALAM QADAR
بسم الله الرحمن الرحيم
اللهم صل على سيدنا محمد وعلى اله و صحبه و سلم
Didalam kitab atau buku berjudul Al-Jauhar Al-Mauhub Wa Munabbihat Al-Qulub bahwa disebutkan satu hadis riwayat saydina Ali bin Abi Thalib, bahwa sesungguhnya nabi Muhammad bersabda : apabila engkau melihat hilal malam pertama ramadhan, maka bacalah takbir 3 kali , lalu baca doa ini,
( الحمد لله الذي خلقك و قدرلك منازل و جعلك اية للعالمين )
Niscaya akan dibanggakan oleh Alloh SWT kepada para malaikatNya dengan berkata : wahai segala malaikat ku , saksikanlah oleh kalian semua bahwa sesungguhnya aku telah membebaskan hamba ku ini dari siksa api neraka ,
Dan ada satu riwayat hadits dari Ibnu Abbas, bahwasanya nabi Muhammad sollallohu alaihi wa salam bersabda : bahwa sesungguhnya surga itu setiap tahun menari nari ia dan berhias dengan sempurna disaat masuk bulan ramadhan,
Dan apabila adalah malam pertama daripada bulan ramadhan maka bertiup angin dari bawah Arasy yang dinamakan angin munirah , dan sampai angin itu keseluruh daun kayu yang ada di surga dan segala pintu surga , maka terdengar dengan sebab demikian akan satu suara dengungan yang begitu indah , tiada yang terlebih indah suara dengungan itu dari suara yang pernah didengar oleh segala manusia.
Dan pada saat itu pula berhias oleh Sagala bidadari surga,dan berdiri mereka itu ditempat yang paling indah dan tinggi didalam surga seraya berkata dan menyeru mereka itu , Apakah hari ini ada seseorang yang telah meminang kami kepada Alloh SWT, yang akan di kawinkan kami dengannya .
Kemudian berkata mereka itu kepada malaikat Ridwan, malam apakah ini wahai Malik Ridwan , maka Malik Ridwan menjawab , labbaika wahai khairatil hisan , Aku sambut panggilan kalian wahai para wanita yang tercantik dan indah dari segala yang indah , Ini adalah malam pertama dibulan ramadhan .
Dan firman ALLOH SWT kepada malaikat Ridwan : wahai Malik Ridwan, buka oleh kamu akan segala pintu surga kepada ummat kekasih ku Muhammad yang puasa mereka itu pada bulan ini . Dan firman Alloh SWT bagi malaikat penjaga neraka , Wahai Malik , tutup oleh kamu akan segala pintu neraka untuk ummat Muhammad.
Dan Alloh berfirman lagi kepada Jibril, wahai Jibril, Turun oleh kamu ke bumi dengan segera, bawakan serta kamu akan segala rantai dan belenggu yang berat dan kuat , maka engkau rantai dan belenggu akan segala Pasukan syaitan dan iblis, dan lemparkan mereka semua ke bawah lautan yang paling dalam , dan jangan sampai mereka itu membinasakan atas puasanya ummat kekasih ku Muhammad.
Dan sesungguhnya Alloh SWT berfirman pada setiap malam dibulan ramadhan dengan tiga kali : adakah dari hamba ku yang meminta akan aku perkenankan, siapa saja yang bertaubat pasti aku terima, dan barang siapa yang memohon ampunan dosa maka aku ampuni segala dosanya.
Dan berseru oleh segala yang berseru dilangit , siapa saja yang hendak memberi hutang kepada sang mah kaya maka dia tak akan pernah papa dalam hidupnya. Yang dimaksud disini adalah segala amal ibadah, lebih lebih lagi amalan bersedekah dalam bulan Ramadhan , akan di bayar dan di balas dengan sempurna tiada kurang dan curang sedikit pun .
Dan bagi Alloh SWT pada tiap tiap hari bulan ramadhan tatkala waktu berbuka puasa,mengampuni dan memerdekakan beribu-ribu manusia beriman dari api neraka , padahal mereka itu sudah ditetapkan azab neraka baginya.
Dan apabila masuk hari Jum'at dan malamnya dalam bulan Ramadhan, maka Alloh SWT memerdekakan segala manusia yang beriman beribu-ribu jumlahnya dalam setiap 1 jam , padahal mereka itu sudah ditetapkan didalam azab neraka.
Dan pada hari terakhir dari pada bulan ramadhan maka Alloh SWT memerdekakan para manusia beriman itu sejumlah bilangan yang telah dimerdekakan sejak awal ramadhan hingga akhirnya.
Masya Alloh, tabarakalloh . Sungguh luar biasa nikmat Alloh SWT bagi umat Muhammad sollallohu alaihi wa sallam pada bulan suci Ramadhan, sungguh pantas dan layak bulan ramadhan itu menjadi pemimpin bagi segala bulan yang ada .
dan di anggap suci oleh ummat Islam karena banyaknya manusia itu disucikan dari segala dosa dalam bulan Ramadhan.
Dan tersebut pula dalam kitab ini kelebihan kelebihan beriktiqaf di mesjid dalam bulan Ramadhan , yaitu disana disebutkan ada riwayat Hadis imam Bukhari Muslim, bahwa sesungguhnya nabi Muhammad sollallohu alaihi wa sallam selalu beriktiqaf dalam sepuluh hari pertengahan bulan ramadhan, dan sepuluh hari akhir Ramadhan ,
Nabi Muhammad melakukan hal demikian sepanjang hidupnya sampai beliau wafat. Dan beliau pula sering beriktiqaf di awal ramadhan.
Dan satu riwayat hadis, bahwa Sanya barang siapa yang beriktiqaf walaupun hanya sebentar yaitu kadar masa barang diantara dua perahan susu unta, maka fahalanya seperti memerdekakan seorang hamba sahaya.
Dan iktiqaf pada sepuluh hari terakhir dari bulan ramadhan itu terlebih baik dan Afdhal , karena ada harapan mendapat malam Lailatul Qadar, yang ibadah pada malam itu seperti beribadah seribu bulan .
Ini telah disebutkan dalilnya dalam hadis riwayat imam Bukhari Muslim, bahwa sesungguhnya barangsiapa melakukan ibadah pada malam Lailatul Qadar dengan ikhlas dan berharap fahala Besar , maka niscaya diampuni segala dosanya yang terdahulu.
Dan martabat tertinggi dalam menghidupkan malam Lailatul Qadar adalah dengan beribadah seperti sembahyang dan membaca Alquran sepanjang malam itu , dan memperbanyak doa ini . اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى
Dan sekarang kurang nya dalam menghidupkan malam Lailatul Qadar adalah melaksanakan sholat isya berjamaah, dan bercita-cita melakukan sholat subuh berjamaah.
Dan kelebihan malam Lailatul Qadar itu tidak tertentu bagi yang melihatnya dan yang mengetahuinya, akan tetapi siapa saja bisa mendapatkan kelebihan malam mulia itu , walaupun tidak mengetahui dan melihatnya malam Lailatul Qadar itu .
Bahkan bagi orang yang melihatnya itu baru bisa mendapatkan keutamaan yang lebih dari yang tidak melihatnya dengan syarat memenuhi segala kebutuhan malam Lailatul Qadar, yaitu beribadah sepanjang malam.
Dan dianjurkan bagi mereka yang melihatnya agar tidak menceritakan peristiwa itu kepada manusia.
Dan malam Lailatul Qadar itu terlebih mulia dari segala malam dalam setiap tahunnya dengan nisbah bagi umat Muhammad sollallohu alaihi wa sallam,akan tetapi setelah malam lahir nabi Muhammad sollallohu alaihi wa salam,kemudian malam Israk mikraj, kemudian malam Arafah, kemudian malam Jum'at,kemudian malam nisfu Syakban.
Dan adapun malam yang lain dari pada ini ,maka malam itu sekaliannya sama , tiada yang melebihi dari yang lainnya, kecuali dengan nisbah dimana malam yang kita banyak melakukan ibadah kepada Alloh SWT dimalam itu.
Dan ada pun malam yang terlebih baik pada Haq nabi kita Muhammad sollallohu alaihi wa sallam adalah malam Isra mi'raj , karena pada malam itu nabi Muhammad berjumpa dengan Alloh SWT.
Dan sebab sebab malam Lailatul Qadar itu terlebih mulia dan istimewa adalah karena beribadah Pada malam itu terlebih baik dan dilipatgandakan pahalanya, dibandingkan beribadah beribu-ribu malam yang bukan malam Lailatul Qadar.
Dan dinamakan malam itu malam Qadar karena besar kadar kemuliaannya ,besar kadar fahalanya bagi orang yang mengerjakan ibadah padanya , dan diturunkan Pada malam itu akan seluruh isi Al-Qur'an dengan sekaligus dari Luh Mahfudz kepada Baitul Izzah pada langit dunia.
Kemudian baru diturunkan atas nabi Muhammad sollallohu alaihi wa sallam dengan keadaan satu persatu ayat Alqur'an itu , sesuai dengan kejadian kejadian dibumi dan kebutuhan para manusia dibumi selama dua puluh tahun.
Dan ada pula alasan yang lain dinamakan malam itu malam Qadar adalah disebabkan pada malam tersebut Alloh SWT menZohirkan dan menyatakan bagi segala perkara yang telah ditakdirkan didalam azali ,yang akan diturunkan dan ditetapkan atas segala manusia dalam tahun tersebut.
Ini sesuai dengan firman ALLOH SWT yang artinya : pada malam Lailatul Qadar itu dicerai ceraikan yaitu dijelaskan segala urusan dan perkejaan yang telah dijanjikan dan ditetapkan terhadap setiap makhluk, yaitu segala urusan mulai dari perkara hujan dan Rizki,hidup dan mati dan lain sebagainya Sampai bertemu malam Lailatul Qadar tahun kedepannya.
Maka diserahkan naskah Rizki dan hujan dan buah buahan kepada malaikat Mikail, dan diberikan naskah perang dan bergerak bumi dan putarannya dan segala urusan petir kepada malaikat Jibril,dan diserahkan naskah ketetapan segala musibah dan bencana alam kepada malaikat IZRAIL.
Maka terjadi perselisihan pendapat dari para ulama mufassirin, secara jumhur ulama mufassirin famir pada ayat tersebut di kembalikan kepada malam Lailatul Qadar, dan setengah Ulama lainnya mengembalikan zamir kalimat fiha itu kepada malam nisfu Syakban.
Dan tanda-tanda malam Lailatul Qadar itu adalah malam itu tiada panas dan sejuk, dan pada paginya matahari itu tidak terang cahayanya, dikarenakan Para malaikat naik turun kebumi secara berkelompok kelompok pada malam Lailatul Qadar tersebut.
Dan ini disebut didalam Al-Qur'an yang mulia : yang artinya: diturunkan para malaikat dan Ruh pada malam Lailatul Qadar.
Disebutkan didalam satu riwayat hadits, bahwa sesungguhnya adalah pada malam Lailatul Qadar itu turun Para malaikat yang tinggal dan diam mereka itu di sitratul Muntaha , dan juga malaikat Jibril alaihi salam,dan sertanya ada 4 buah panji kemuliaan.
Maka di dirikan salah satu panji itu di atas Raudhah Nabi Muhammad sollallohu alaihi wa salam, dan satunya lagi di ata Baitul maqdis, dan satu lagi didirikan diatas Masjidil haram atau diatas Kakbah yang mulia,dan satunya lagi di tegakkan atas bukit Tursina.
Dan tiada ditinggal ia akan satu rumah yang ada padanya mukmin laki-laki atau perempuan melainkan masuk ia JIBRIL kedalam rumah tersebut,dan memberikan salam kepadanya dan berkata : wahai hamba yang mukmin, bahwa Sanya Alloh SWT yang maha salam telah memberikan kesejahteraan atas kalian .
melainkan orang yang selalu minum arak dan orang yang memutuskan silaturahmi,dan orang yang makan babi, mereka itu tidak mendapatkan salam dari Alloh SWT.
Dan tersebut pada riwayat hadits yang lain daripada Anas bin Malik, bahwasanya Nabi Muhammad bersabda : pada malam Lailatul Qadar itu Turun Jibril dan sekelompok para malaikat yang meminta ampun mereka itu dan memberi salam mereka kepada siapa saja yang berdiri dan duduk dalam berzikir kepada Alloh SWT.
Dan berkata oleh Abi Hurairah bahwa Sanya para malaikat dimalam Lailatul Qadar itu terlebih banyak dari pada bilang anak batu yang ada dibumi, dan yang dikehendaki dengan Ruh itu adalah malaikat Jibril alaihi salam.
Dan berkata sebagian para ulama bahwa yang di maksud Ruh ayat Alqur'an tersebut adalah seorang malaikat yang berdiam ia dibawah 'Arasy, dan dua kakinya sampai ke bawah lapisan bumi yang tujuh,dan dia memiliki seribu kepala dan besar satu kepalanya lebih besar dari ukuran bumi ini , dan setiap kepalanya itu ada seribu wajah,dan pada setiap wajah ada seribu mulut .
Dan pada setiap satu mulut ada seribu lidah , yang mengucapkan tasbih dan tahmid kepada Alloh SWT, dan dengan tiap-tiap lidahnya mengucapkan kalimat tasbih dan tahmid beribu-ribu kali dengan berbagai macam bahasa yang berbeda beda.
Dan saat dibukan segala mulutnya untuk bertasbih kepada Alloh SWT maka seluruh malaikat yang ada dilangit itu bersujud mereka, karena takut terbakar dengan nur cahaya tasbih yang keluar dari mulutnya.
Maka malaikat ini turun pada malam itu untuk memuliakan malam Lailatul Qadar,dan meminta ampun ia bagi seluruh ummat Muhammad yang berpuasa dibulan ramadhan , laki laki atau perempuan dengan seluruh lidahnya yang mulia itu sampai terbit fajar pada hari itu.
Dan yang terlebih baik dan Afdhal adalah bahwa Kita selalu istiqamah dalam melakukan ibadah di setiap hari hari bulan ramadhan dan setiap malamnya, Agar sempurna segala kelebihan bulan ramadhan yang kita dapatkan.
Dan adalah malam Lailatul Qadar itu menurut imam Besar kita yaitu imam Syafi'i, bahwa malam Lailatul Qadar itu tersimpan dan terjadi pada malam sepuluh akhir dari ramadhan,akan tetapi pada malam ganjil itu terlebih diharapkan dia ,dan yang terlebih diharapkan dalam malam ganjil ganjil itu adalah malam ke 21 dan 23 .
Dan yang terlebih kuat dalam hal ini adalah bahwa sesungguhnya malam Lailatul Qadar itu Melazimkan ia akan tertentu satu malam Dengan tiada berpindah-pindah ia , ini sesuai riwayat Ibnu Mas'ud Radhiyallohu 'Anhuma, beliau berkata: malam Lailatul Qadar itu tertentu pada malam ke 27 bulan ramadhan.
Dikarenakan dengan demikian bahwa adalah firman ALLOH SWT surat Al adar itu terhitung dari Inna anzalna sampai dengan Salamun hiya adalah jumlah kalimat nya 27 kalimat, maka memberi isyarat bahwa malam Lailatul Qadar itu dalam 27 bulan ramadhan.
Dan Atas pendapat dan perkataan ini sudah banyak diamalkan pada segala masa dan segala negri dan inilah kebanyakan Mazhab ahli ilmu.
Dan kata qila : yaitu ada ulama berpendapat bahwa malam Lailatul Qadar itu berpindah-pindah dan bertukar ia ,tiada tetap ia pada malam tertentu,maka terkadang terjadi malam Lailatul Qadar itu pada malam ke 21 dan kadang kala malam ke 25 .
Dan demikianlah pendapat ulama tersebut yang telah banyak diamalkan oleh para ulama sufi atau ulama tasawuf, Bahkan mereka itu menyebut dengan satu kaidah yang tertentu dalam hal ini .
Inilah kaidah atau rumus yang mereka sebutkan : yaitu, apabila awal ramadhan itu jatuh pada hari Jum'at,maka malam Lailatul Qadar itu jatuh pada malam ke 29 , dan bila awal ramadhan pada hari Sabtu,maka malam Lailatul Qadar itu jatuh dimalam ke 21 ,dan jika awal ramadhan pada hari Ahad , malam Lailatul Qadar itu ada pada malam ke 27.
Dan bila awalnya ramadhan pada hari Senin maka Lailatul Qadar itu pada malam ke 29, dan jika awal ramadhan hari Selasa maka Lailatul Qadar itu malam ke 25, dan bila awal ramadhan itu pada hari Rabu , insya Allah Lailatul Qadar itu malam ke 27, dan bila awal puasa itu pada hari kamis maka malam Lailatul Qadar itu pada malam ke 21.
Dan imam Nawawi telah memilih pendapat yang mengatakan malam Lailatul Qadar itu berpindah-pindah,beliau sebutkan itu didalam kitabnya yang bernama Al majmuk dan Al fatawi.

Komentar
Posting Komentar