Bisikan dan Godaan Para Iblis saat detik-detik kematian Manusia beriman



بسم الله الرحمن الرحيم

اللهم صل على سيدنا محمد و على اله و صحبه و سلم

( Ini Terjemahan Kitab Daqa-iqul Akbar )

Tengku Aceh SNA-Bermula bab kedelapan pada menjelaskan perbuatan syaitan/iblis, betapa halnya menggoda anak Adam supaya saat mereka mati kembali kepada alam akhirat dengan tiada membawa iman.

Tersebut dalam hadist, bahwasanya syaitan yang telah di laknat,duduk iya atas kepala manusia maka berkata iya,"tinggalkan oleh mu akan agama Islam ini,dan katakan Tuhan itu dua",syaitan itu terus berusaha agar manusia itu mau murtad dari Islam hingga seseorang itu terlepas dari was-was syaitan tersebut.

Maka apabila Adalah engkau mengalami hal tersebut maka sesungguhnya engkau dalam bahaya yang amat besar,dan kekhawatiran kepada iman engkau sangatlah besar,

Maka hal yang sangat penting bagi engkau saat masih hidup sehat dan normal adalah istiqamah dalam melaksanakan ibadah kepada Allah SWT dalam keadaan menangis karena momohon pertolongan disetiap saat,menghina diri dan merasa lemah dihadapan Allah SWT,

dan memperbanyak kan sholat tahajud, semoga engkau lepas daripada Azab yang demikian itu.

(Perbanyaklah pula Sholawat Munjiyat bila tidak sanggup sholat tahajjud)

Dan ditanyai orang akan Abu Hanifah (Imam Hanafi) ,

Apa dosa yang dilakukan oleh seseorang manusia yang akibatnya akan hilang iman saat matinya?

Maka menjawab oleh abu Hanifah yaitu:

Dosa karena tidak bersyukur atas nikmat Iman itu sendiri,dan tidak merasa takut/khawatir akan keadaan penghabisan,dan banyak kezaliman kepada manusia,maka apabila keadaan seseorang banyak melakukan dosa -dosa seperti ini ,maka terlebih Ghalib (kebanyakan) mereka itu akan keluar imannya saat meninggalkan dunia fana ini,Maka matilah dia dalam keadaan kosong iman, melainkan dia mendapatkan pertolongan Allah SWT dengan bertaubat yang benar-benar nya sebelum nyawanya sampai di kerongkongan,

Dan ada Ulama yang berkata : "bahwasanya saat seseorang menjelang kematian maka akan terasa dahaga yang amat sangat,dan terbakar (sangat terasa Panas) hati dan dadanya,

Maka pada saat itu Iblis beserta Para Syaitan mengambil kesempatan yang buruk itu,

Maka dibawa oleh mereka itu atas orang yang sedang sakratul maut akan segelas air,

Maka di gerak-gerak lah gelas air itu,

Maka berkatalah orang yang lagi sakratul maut itu, bolehkah engkau beri akan aku air itu ?

Seseorang itu tidak mengetahui bahwa itu iblis,

Maka menjawab iblis :

" Tentu ! Tapi ada syaratnya , Yaitu engkau katakan bahwa Alam semesta ini tidak ada yang menjadikannya,Alam semesta ini terjadi dengan sendirinya,Maka pasti akan ku beri air ini,

Maka apabila seseorang hamba itu mendapat kebahagiaan niscaya tidak dijawab apapun,

Kemudian datang syaitan lagi pada posisi kaki seseorang yang sedang sakratul itu dengan menggerak-gerakan gelas air itu lagi,

Maka berkata seseorang yang beriman itu,

"Berikan air itu kepada ku "

Maka Kata Iblis :

Bila engkau mau mengatakan bahwasanya Nabi Muhammad Saw itu seorang pendusta,maka kuberi akan air ini.

Maka apabila seseorang itu akhir hidupnya suul kahtimah , maka dia akan menuruti perintah para iblis itu, karena tiada sabar dia seseorang atas bersangatan dahaganya dan panas dadanya,

*Na'udzubillahi min Dzalik*

Dan seseorang yang mendapat pertolongan Allah SWT,Maka menolak dia akan perintah Iblis bahkan ingkar ia akan iblis itu,dan orang yang bahagia itu hanya berpikir (fokus) akan keadaan yang hadapannya yakni menuju alam barzah,

Dan ada hikayah (kisah/cerita) bahwasanya Abu Zakaria Azzuhdi, takala beliau wafat datanglah seseorang taulanya (sahabat dekat ) padah Abu Zakariya dalam keadaan sekarat,maka sahabat nya mentalqinkankan akan abu Zakariya akan kalimah syahadah yakni Laaa ilaaha illallah

( لا اله الا الله محمد رسول الله )

maka bepaling Abu Zakariya dari padanya dengan mukanya,

( Terlihat pada ketika itu seolah-olah abu Zakariya Azzuhdi tidak mau mengucapkan kalimat tauhid padahal adalah Abu Zakariya itu seorang Ulama Sufi yang terkenal Sholeh dan banyak ibadah dan bersih hati nya selama hidupnya )

Maka sahabat Abu Zakariya tadi mengulangi talqin akan kalimah syahadah ke dua kali, ternyata abu Zakariya berpaling juga,

Maka ditalqinkan ke tiga kalinya,begitu pula Abu Zakariya menolaknya lagi dengan satu ucapan " tidak akan aku berkata ",

maka sesungguhnya Merasa sangat heran oleh sahabatnya itu,

Maka manakala Abu Zakariya siuman setelah satu jam kemudian,maka pada waktu itu bertanya oleh Abu Zakariya pada sahabat nya,

"Adakah kalian mengatakan sesuatu ditelinga ku ?", Jawab oleh para sahabat nya iya,bahkan Kami talqinkan akan engkau akan kalimat Syahadah sampai tiga kali, berpaling engkau daripada nya pada dua kali,dan berkata engkau pada ketiga kalinya "tidak akan aku berkata",

Maka Menjawab oleh Abu Zakariya bahwa sesungguhnya telah datang akan aku daripada Iblis laknatillah,serta menggoda akan aku dengan membawa akan segelas air,dan berdiri iblis itu di pihak Kanan ku, menggerak-gerakkan akan air tadi oleh iblis,maka tanya iblis itu pada ku ,"apakah kamu berhajat Kepada air ini ?" ,Jawab aku iya ,maka disuruh akan aku oleh iblis itu agar aku mau berkata bahwasanya Nabi Isa as itu adalah Anak Tuhan,

maka aku menolaknya, Aku tidak mau menuruti perintah nya,maka berdiri lagi iblis itu di pihak kiriku,

maka berkata iblis itu seperti yang telah lalu itu maka aku berpaling jua,maka saat ketiga kali iblis menggoda aku disuruhnya aku untuk berkata bahwasanya Tuhan itu tidak ada,

maka aku menjawab "tidak akan pernah mau aku berkata demikian "،

Maka Iblis itu merasa sangat kecewa atas kegagalan nya terhadap ku ( dengan izin dan Pertolongan Allah SWT ),

Maka di hantamnya gelas air itu ke tanah,lari iya meninggalkan aku,maka sesungguhnya bukanlah aku menolak akan kalimat tauhid dan kalimat syahadah tetapi aku menolak akan seruan iblis laknatillah itu,

Maka Sesungguhnya aku Naik Saksi dengan sebenar-benarnya bahwa sesungguhnya tiada Tuhan selain Allah,dan bahwa sesungguhnya Nabi Muhammad ﷺ itu Hamba dan RasulNya.

Dan tersebut dalam suatu Hadits Rasulullah ﷺ riwayat dari pada Abu Mansur bin umadi,berkata iya bahwasanya apalagi mendekati akan kematian seseorang anak Adam itu maka keadaannya menjadi lima pembagian,

Pertama adalah hartanya akan menjadi milik para ahli waris,kedua Ruhnya milik Malaikat Maut,ketiga daginya akan dimakan ulat,tulang nya bagi tanah,dan keempat istrinya bagi orang lain,kelima imannya akan menjadi taruhan para iblis dan para syaitan yang telah dilaknat mereka itu,

Maka berkata lagi Abu Mansur, apabila pergi harta bagi Ahli waris maka boleh ,jika pergi nyawa bersama Malik maut itu perkara boleh jua,dan jika daging dan tulang dimakan ulat dan tanah itupun tidak mengapa,dan bila pun Istrinya menikah lagi setelah Iddah itu pun perkara yang dibolehkan,akan tetapi iman itu tidak boleh sama sekali dibawa pergi oleh iblis dari hati kita tatakala bercerai tubuh dengan Ruh,dan karena sudah menjadi hak setiap nyawa dan ruh untuk berpisah daripada tubuhnya apabila sudah sampai ajalnya,tetapi bukanlah bercerai kita akan iman kepada Allah SWT,maka apabila seseorang itu sudah sampai kepada berpisah dengan Allah SWT saat matinya Niscaya maka akan Menimpa atasnya segala penyesalan yang mendalam dan kerugian yang amat besar,tidak ada harapan lagi akan kebahagiaan akhirat bila iman tiada lagi bersama, Neraka Jahannam bagi setiap Insan yang tidak membawa iman, keampunan Allah SWT telah ditutup,

Maka Mudah-mudahan Allah SWT memberikan pertolongan kepada setiap ummat Nabi Muhammad ﷺ atas musibah dan cobaan besar ini,

Dan Allah tetapkan Iman kita selalu ada di sanubari yang bersih dan kuat, insyaallah bi barkati Rasulullah ﷺ ,Aminnn !!!

(Sekian )

Al-fakir simpulkan keterangan diatas dari sebuah kitab ulama kontemporer,kitab kuning Melayu yang sangat populer di masyarakat Nanggroe Aceh Darussalam,dan seluruh Indonesia,yang bernama Daqa-iqul Akbar fi Zikril jannati wan Nar,yang disusun oleh Al-Fadhil ,Al-Ustazd Kamil, syech Ahmad bin Muhammad Yunus Lingga,Riau.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kelebihan & Fahala Orang Muslim Mati Malam Jum'at

Menolak Poligami dosa kah? Ini Jawabannya yang termaktub dalam kitab kuning Melayu klasik

NASIB ANAK KECIL YANG TELAH WAFAT DIKALA KIAMAT DAN MENOLONG ORANG TUA MEREKA